Aveneu Park, Starling, Australia

BAB bisa di baca oleh orang yang memiliki kunci

BAB
1

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

1.1        
Latar Belakang

 

DES
(Data Encryption Standard) dan AES (Advanced Encryption Standard) sangat
penting digunakan untuk mengamankan data untuk perorangan ataupun kelompok,
dari hal ini karena AES dan DES sangat penting penulis melakukan percobaan
perbandingan antara AES dan DES manakah yang lebih aman dan efisien.

 

 

1.2 Rumusan Masalah

         –
Membandingkan
kriptografi enkripsi dan dekripsi menggunakan AES dan DES

            –
Membandingkan antara AES maupun DES

 

1.3 Tujuan Penulisan

         –
Mengetahui
yang lebih baik antara AES atau DES

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
2

LANDASAN
TEORI

 

2.1 Penelitian Terdahulu

Penelitian terdahulu dengan judul
penelitian “STUDI
PERBANDINGAN ALGORITMA KEAMANAN DATA TEKS AES128 DAN DES BERBASIS ANDROID”

         Untuk
melakukan pembuktian dibutuhkan hardware maupun software sebagai berikut

a.             
Perangkat Keras
(Hardware)

1.             
Processor Intel Core i3
atau Diatasnya

2.             
RAM dengan kapasitas 2GB

3.             
Keyboard,Mouse

b.             
Perangkat Lunak
(Software)

1.             
SDK Java

No

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Enkripsi

keterangan

1.

AES 128

123456789 ABCDEF

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,06 seconds

5AD42F6007461 01FA1C7C2E185
42CD6CE48C21 ED35A40FACD9 29A1BF25FC595

Berhasil

 

 

Potensi

12345678 90123456

0,01 seconds

600E2240AC800 3A 50A56A12A7F5
B527B
 

Berhasil

 

 

Utama

12345678 90123456

0,00 seconds

7EFF14746EAEB 597B63E66ECC8
7276B6
 

Berhasil

2.

DES

activity

2345678

0,5 seconds

C2B7C2B1C3AC C2AAC2BBC2A
8C3AC28D
 

Berhasil

 

 

potensi

12345678

0,07 seconds

4D58C2B6C28E0 40971C396

Berhasil

 

 

utama

12345678

0,07 seconds

645927C39969C2 BEC38225

Berhasil

 

 

 

 

 

NO

Metode

Plaintext

Key

Timer

Hasil Dekripsi

Keterangan

1.

AES 128

5AD42F6007 46101FA1C7 C2E18542C
D6CE48C21 ED35A40FA CD929A1BF 25FC595
 

ABCDEF GHIJKLM NOP
 

0,00 seconds

PASSWORD

Berhasil

 

 

600E2240AC 8003A 50A56A12A
7F5B527B
 

12345678 90123456

0,01 seconds

potensi

Berhasil

 

 

7EFF14746E AEB597B63 E66ECC8727
6B6
 

12345678 90123456

0,00 seconds

utama

Berhasil

2

DES

C2B7C2B1C 3ACC2AAC 2BBC2A8C3
AC28D
 

2345678

0,05 seconds

activity

Berhasil

 

 

4D58C2B6C 28E040971C 396
 

12345678

0,07 seconds

potensi

Berhasil

 

 

645927C399 69C2BEC38 225
 

12345678

0,08 seconds

utama

Berhasil

 

Teori Terkait Kriptografi AES dan DES

Kriptografi sendiri adalah ilmu untuk
menjaga keamanan atau kerahasiaan suatu data dengan menyamarkan ke bentuk
tersandi yang tidak bermakna, dan bentuk tersandi ini hanya bisa di baca oleh
orang yang memiliki kunci sandi atau pihak yang memiliki akses untuk
membacanya. Data awal disebut sebagai plainteks, sedangkan data yang sudah di
samarkan disebut juga dengan chiperteks, proses dari plainteks ke chiperteks
disebut juga dengan enkripsi sedangkan sebaliknya disebut dengan dekripsi

AES (Advanced Encryption Standard) adalah
standar enkripsi dengan kunci-simetris yang diadopsi oleh pemerintah AS. AES
terdiri dari 3 blok cipher yaitu AES-128,192,dan 256. AES-128 menggunakan 10
round, AES-192 menggunakan 12 round, dan AES-256 sebanyakan 14 round. AES
memiliki ukuran blok yang tetap sepanjang 128 bit dengan kunci ukuran
128,192,atau 256.

Blok
dapat diasumsikan sebagai sebuah kotak. Setiap plainteks akan dikonversikan
terlebih dahulu ke dalam blok-blok tersebut dalam bentuk heksadesimal. Barulah
kemudian blok itu akan diproses dengan metode yang akan dijelaskan. Secara umum
metode yang digunakan dalam pemrosesan enkripsi dalam algoritma ini dapat
dilihat melalui Gambar 1.

Diagram AES

 

Add Round Key

mengkombinasikan
cipherteks yang sudah ada dengan chiper
key yang chiper key dengan
hubungan XOR.

 

 Add Round Key

 

 

Sub Bytes

Prinsipnya
adalah menukar isi matriks atau tabel yang ada dengan matriks atau tabel lain
yang disebut dengan Rijndael S-Box.
Di bawah ini adalah contoh Sub
Bytes dan Rijndael S-Box.

Rijndael
S-Box

 

 

Ilustrasi Sub
Bytes

pada gambar di atas terdapat nomor kolom dan nomor baris, tiap
isi kotak dari blok chiper berisi informasi dalam bentuk heksadesimal yang
terdiri dari dua digit, bisa angka-angka, angka-huruf, ataupun huruf-angka yang
semuanya tercantum dalam Rijndael S-Box.
Langkahnya adalah mengambil salah satu isi kotak matriks, mencocokkannya dengan
digit kiri sebagai baris dan digit kanan sebagai kolom. Kemudian dengan
mengetahui kolom dan baris, kita dapat mengambil sebuah isi tabel dari Rijndael
S-Box. Langkah terakhir adalah
mengubah keseluruhan blok chiper menjadi blok yang baru yang isinya adalah
hasil penukaran semua isi blok dengan isi langkah yang disebutkan sebelumnya.

Shift Rows

sebuah
proses yang melakukan pergeseran pada setiap elemen blok yang dilakukan per barisnya.
Yaitu baris pertama tidak dilakukan pergeseran, baris kedua dilakukan
pergeseran 1 byte, baris ketiga dilakukan pergeseran 2 byte, dan baris keempat
dilakukan pergeseran 3 byte. Pergeseran tersebut terlihat dalam sebuah blok
adalah sebuah pergeseran tiap elemen ke kiri tergantung berapa byte
tergesernya, tiap pergeseran 1 byte berarti
bergeser ke kiri sebanyak satu kali.

   Ilustrasi
dari Shift Row

tahap shift row sama
sekali tidak rumit, karena ini adalah proses standar yang hanya berupa pergeseran.

Mix Columns

 

Yang
terjadi saat Mix Column adalah
mengalikan tiap elemen dari blok chiper dengan matriks yang ditunjukkan oleh
Gambar 6. Tabel sudah ditentukan dan siap pakai. Pengalian dilakukan seperti
perkalian matriks biasa yaitu menggunakan dot product lalu perkalian keduanya dimasukkan ke dalam
sebuah blok chiper baru. Ilustrasi dalam gambar 7 akan menjelaskan mengenai
bagaimana perkalian ini seharusnya dilakukan. Dengan begitu seluruh rangkaian
proses yang terjadi pada AES telah dijelaskan dan selanjutnya adalah
menerangkan mengenai penggunaan tiap-tiap proses tersebut.

02

01

01

03

03

02

01

01

01

03

02

01

01

01

02

03

 

Tabel Mix Column

 

Ilustrasi Mix
Column

Diagram
Alir AES

 

Kembali
melihat diagram yang ditunjukkan oleh Gambar 1. Seperti yang terlihat semua
proses yang telah dijelaskan sebelumnya terdapat pada diagram tersebut. Yang
artinya adalah mulai dari ronde kedua, dilakukan pengulangan terus menerus
dengan rangkaian proses Sub
Bytes, Shift Rows, Mix Columns, dan Add Round Key, setelah itu hasil dari ronde tersebut akan
digunakan pada ronde berikutnya dengan metode yang sama. Namun pada ronde
kesepuluh, Proses Mix Columns tidak
dilakukan, dengan kata lain urutan proses yang dilakukan adalah Sub Bytes, Shift Rows, dan Add Round Key, hasil dari Add Round Key inilah yang
dijadikan sebagai chiperteks dari
AES.

 

Ilustrasi Ronde
2 hingga Ronde 6

Ilustrasi Ronde
7 hingga Ronde 10

Sedangkan DES (Data Encryption Standard)
adalah sebuah algortma enkripsi sandi blok kunci simetrik dengan ukuran blok 64-bit
dan ukuran kunci 56-bit. Dikarenakan ukuran kunci DES yang sangat pendek
sehingga DES sudah hampir tidak digunakan lagi atau bisa di bilang ditinggalkan
dan digantikan oleh AES.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
3

METODE
PENELITIAN

 

1.   Mencari
dan Memahami Kriptografi AES dan DES

2.   Mencari
penelitian terdahulu mengenai enkripsi dekripsi menggunakan metode AES dan DES

3.   Menggunakan
program yang sudah ada untuk melakukan enkripsi dekripsi AES dan DES

4.   Melakukan
Percobaan Enkripsi Dekripsi dan membandingkan hasil program yang sudah
didapatkan

5.   Mengambil
kesimpulan untuk menilai manakah yang lebih baik untuk enkripsi dekripsi antara
AES maupun DES.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
4

HASIL
DAN PEMBAHASAN

 

            Untuk
mencari perbedaan AES dan DES penulis menggunakan hardware dan software sebagai
berikut

Hardware :

Processor Intel i7-6700HQ

Ram 8 Gb

Keyboard,Mouse

 

Software :

Net Beans IDE 8.2

 

ENKRIPSI

No

Metode

Plainteks

Kunci

Waktu

Hasil
Enkripsi

Keterangan

1

AES

SALATIGA

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

5c868efc85bbd1b21dde2ba69d5a43cc

Berhasil

2

AES

MAHASISWA

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

edf36365ac921976804d41522fbe8f26

Berhasil

3

AES

PEMALANG

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

cb6fe9c5d11903974b5ee0697211c2b1

Berhasil

4

AES

KOMPUTER

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

310ea41bf308cf3771673c54e88798bc

Berhasil

5

AES

CELSIUS

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

7de70227121efd9645cbf0eb6b4a9cc8

Berhasil

6

AES

PESAWAT

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

15b6d73b2dd47586bde7752f9f2caa5d

Berhasil

7

AES

INDONESIA

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

42c8c266bbbfaa9cf8847d0dc835f33c

Berhasil

8

AES

MONALISA

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

3a8d8b929b36bcc776b2e8c06137a12d

Berhasil

 

 

 

 

 

 

 

No

Metode

Plainteks

Kunci

Waktu

Hasil
Enkripsi

Keterangan

1

DES

SALATIGA

ASDFEGH

0.2

C?U”ê¿Ô

Berhasil

2

DES

MAHASISWA

ASDFEGH

0.3

Œ´Ú§K{W
Y>”7-I

Berhasil

3

DES

PEMALANG

ASDFEGH

0.2

°Ê“7-I

Berhasil

8

DES

MONALISA

ASDFEGH

0.2

)”n&5¨ÃÝ

Berhasil

 

 

DEKRIPSI

No

Metode

Plainteks

Kunci

Waktu

Hasil
Dekripsi

Keterangan

1

AES

5c868efc85bbd1b21dde2ba69d5a43cc

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

SALATIGA

Berhasil

2

AES

edf36365ac921976804d41522fbe8f26

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

MAHASISWA

Berhasil

3

AES

cb6fe9c5d11903974b5ee0697211c2b1

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

PEMALANG

Berhasil

4

AES

310ea41bf308cf3771673c54e88798bc

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

KOMPUTER

Berhasil

5

AES

7de70227121efd9645cbf0eb6b4a9cc8

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

CELSIUS

Berhasil

6

AES

15b6d73b2dd47586bde7752f9f2caa5d

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

PESAWAT

Berhasil

7

AES

42c8c266bbbfaa9cf8847d0dc835f33c

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

INDONESIA

Berhasil

8

AES

3a8d8b929b36bcc776b2e8c06137a12d

ABCDEFGHIJKLMNOP

0.1

MONALISA

Berhasil

 

 

 

 

No

Metode

Plainteks

Kunci

Waktu

Hasil
Dekripsi

Keterangan

1

DES

C?U”ê¿Ô

ASDFEGH

0.2

SALATIGA

Berhasil

2

DES

Œ´Ú§K{W
Y>”7-I

ASDFEGH

0.3

MAHASISWA

Berhasil

3

DES

°Ê“7-I

ASDFEGH

0.3

INDONESIA

Berhasil

8

DES

)”n&5¨ÃÝ

ASDFEGH

0.2

MONALISA

Berhasil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB
5

SIMPULAN

 

            Simpulan
yang dapat penulis ambil dari studi perbandingan yang telah dilakukan  adalah AES (Advanced Encryption Standard) lebih
baik digunakan karena proses yang cepat dan lebih efisien dari pada DES (Data
Encryption Standard) karena DES lebih lama prosesnya, walaupun lebih kompleks
sandinya dan sulit untuk diketahui pihak luar atau pihak yang tidak di inginkan.
Jadi dapat disimpulkan bahwa AES lebih baik dari pada DES.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR
PUSTAKA

 

https://id.wikipedia.org/wiki/Enkripsi

https://en.wikipedia.org/wiki/Data_Encryption_Standard

https://id.wikipedia.org/wiki/Advanced_Encryption_Standard

http://repository.potensi-utama.ac.id/jspui/handle/123456789/258

http://kriptografijaringan.blogspot.co.id/2016/03/enkripsi-algoritma-aes-advanced.html

 

 

x

Hi!
I'm Edward!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out