Aveneu Park, Starling, Australia

ENTREPRENEUR can be seen from consumers response. Eventhough data

ENTREPRENEUR
AND INFORMATION TECHNOLOGY: SEBUAH STRATEGI UNTUK MEMBANGUN SEBUAH BISNIS

 

 

 

 

FIRZHA
MAULANA MALIK

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

SASTRA
INGGRIS, UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

[email protected]

 

 

 

Abstract

 

 

 

Economy
is the most important sector to the progress of a country. Entrepreneur is an
important role to the economic development. In this modern era, the development
of technology is very fast. People often use technology to get some
informations, to communication, etc. To start a business, an entrepreneur
should be a fast and creative thinker. In this research, the writer used
comparison method to a product that promoted using the information technology,
especially media social and without information technology. The comparison of
promoted product can be seen from consumers response. Eventhough data 1 and 2
using a same away to promote the product, but there’s a difference. This thing
can be a consideration for a rookie of entrepreneur to organize some strategies
in order to develop their business and also promote their product.

 

 

 

Keywords:
Entrepreneur, Information Technology, Economic, Business

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.     
PENDAHULUAN

 

 

 

Ekonomi adalah sektor yang paling
penting dalam perkembangan suatu negara, negara yang mampu meningkatkan
pertumbuhan ekonominya tergolong salah satu negara maju. Dalam peningkatan
pertumbuhan ekonomi, entrepreneur
memiliki peranan penting dalam hal ini, semakin banyak entrepreneur maka peluang untuk menjadi negara maju sangat besar. Entrepreneur adalah orang yang berani
mengambil suatu risiko dengan kemungkinan memperoleh beberapa hasil yang
berlainan jika yang bersangkutan melakukan suatu investasi (Richard Cantillon,
1755). Ketika seorang entrepreneur
melakukan investasi untuk bisnisnya, artinya sudah siap dengan segala risiko
yang akan terjadi.  Entrepreneur adalah orang yang berjiwa kreatif, inovatif, mandiri,
percaya diri, ulet & tekun, rajin, disiplin, siap menghadapi risiko, jeli
melihat & meraih peluang, piawai mengelola sumber daya, dalam membangun,
mengembangkan, memajukan & menjadikan usaha atau perusahaan unggul (Eddy
Soeryanto Soegoto, 2009). Seorang entrepreneur
harus memiliki pemikiran yang luas, dan mampu menyusun strategi bisnis. Entrepreneur adalah orang yang
mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis,
mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan
daripadanya serta mengambil tindakan yang tepat, guna memastikan kesuksesan
(Geoffrey G. Meredith et. AL, 1996).

 

Pada zaman modern seperti
sekarang ini, perkembangan dunia teknologi sangat cepat sekali. Orang-orang
banyak sekali yang menggunakan teknologi sebagai alat untuk mendapatkan
informasi, dan lain-lain. Contohnya, ketika seseorang menggunakan sebuah gadget yang tersambung ke jaringan
internet untuk mencari informasi, mempromosikan produk dagang, dan lain-lain.
Hal ini bisa menjadi kombinasi yang hebat untuk membangun sebuah bisnis bagi
seorang entrepreneur, memakai
teknologi informasi sangat membantu untuk perkembangan dunia bisnis. Selain
cepat menyampaikan sebuah informasi, dengan menggunakan teknologi informasi
para entrepreneur dapat berkomunikasi dengan mitra kerjasama perusahaan baik
luar maupun dalam negeri.

 

Namun, tidak semua orang dapat
memahami apa manfaatnya teknologi informasi untuk bisnis dan apa yang membuat entrepreneur dan teknologi informasi
menjadi kombinasi yang hebat untuk membangun sebuah bisnis.  Dalam penelitian ini, penulis menganalisis
permasalahan tersebut dengan sebuah perbandingan antara menggunakan teknologi
dan tidak menggunakan teknologi untuk membangun sebuah bisnis.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.      METODE

 

 

 

Metodologi penelitian adalah cara
untuk mengetahui hasil dari masalah tertentu pada suatu masalah spesifik atau
masalah yang juga disebut sebagai masalah penelitian. Dalam metodologi,
peneliti menggunakan kriteria yang berbeda untuk menyelesaikan/mencari masalah
penelitian tertentu. Sumber yang berbeda menggunakan berbagai jenis metode untuk
memecahkan masalah. Jika kita berpikir tentang kata “Metodologi”, itu adalah
cara mencari atau memecahkan masalah penelitian. (Industri Research Institute,
2010 ).

 

Dalam penelitian ini, penulis
membandingkan membangun sebuah bisnis memakai teknologi dan tidak memakai
teknologi, dengan adanya perbandingan ini, tentunya akan mendapat respon dari
khalayak apakah dengan memakai teknologi sebuah bisnis akan cepat direspon atau
tidak oleh para konsumen.

 

 

 

 

2.1   
Teknik
Pengumpulan Data

 

 

Dalam
penelitian ini, penulis menggunakan satu macam teknik pengumpulan data yaitu
teknik catat, teknik catat dilakukan untuk mencatat data yang berupa tulisan
angka responder terhadap produk.

 

 

 

2.2   
Teknik
Analisis Data

 

 

Setelah data terkumpul, kemudian
dianalisis menggunakan metode perbandingan, dengan metode perbandingan akan
diketahui respon tercepat untuk membangun strategi bisnis yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Konsep Analisis:

 

 

 

           Strategi bisnis memakai teknologi                               Strategi bisnis tanpa teknologi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.      HASIL
DAN PEMBAHASAN

 

 

Data
1:

 

 

https://cdn.brilio.net/news/2015/11/03/25626/91641-instagram-kuliner.jpg

 

 

Pada data 1, produk dagang berupa
makanan diambil menggunakan kamera smartphone dan kemudian di upload ke
Instagram untuk mempromosikannya, dengan menambahkan caption harga terjangkau
maka respon khalayak (konsumen) sangat cepat sekali, dalam hitungan detik
respon terhadap produk yang dipromosikan sangat banyak, itu bisa dilihat dengan
jumlah 1,801 like oleh responder.
Dengan begitu, produk yang dipromosikan diketahui oleh banyak orang dengan
cepat.

Upload
ke sosial media

 

Respon
Khalayak
(konsumen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data
2:

 

https://cdn.brilio.net/news/2015/09/16/17740/52443-ratu-endorse.jpg

 

 

            Pada
data 2, produk dagang berupa cream kecantikan diambil menggunakan kamera
smartphone dan kemudian di upload ke Instagram untuk mempromosikannya, dengan
memakai artis sebagai endorse, respon khalayak (konsumen) sangat cepat sekali,
dalam hitungan detik respon terhadap produk yang dipromosikan mencapai 15,1K
suka oleh responder. Dengan begitu,
produk yang dipromosikan diketahui oleh banyak orang dengan cepat.

 

Respon
khalayak
(konsumen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Data
3:

 

 

http://www.serbabandung.com/wp-content/uploads/2015/10/martabak-san-francisco.jpg

 

 

            Pada data 3, produk dagang berupa
makanan ini diambil menggunakan kamera smartphone, promosi yang dilakukan hanya
di tempat penjualan saja, respon khalayak (konsumen) hanya yang melewati tempat
usaha saja. Dengan begitu, produk yang dipromosikan hanya dapat diketahui
khalayak (konsumen) yang sedang berada di sekitar tempat usaha saja.

 

Respon
Khalayak
(konsumen)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.      KESIMPULAN

 

 

 

Dilihat dari hasil analisis di
atas, promosi produk untuk usaha lebih cepat mendapat respon khalayak
(konsumen) dengan menggunakan teknologi informasi khususnya sosial media
seperti Instagram daripada promosi produk tanpa menggunakan teknologi
informasi. Data 1 dan 2 menggunakan teknologi informasi untuk mempromosikan
produk sedangkan Data 3 tidak menggunakan teknologi informasi, respon khalayak
(konsumen) lebih besar di sosial media karena pengguna sosial media sangat
banyak sekali, informasi terbaru dalam beberapa detik akan langsung menyebar
dan diketahui banyak orang. Pada data 1 dan 2 terdapat perbedaan meskipun
sama-sama memakai teknologi informasi hususnya sosial media sebagai media untuk
mempromosikan produk, perbedaan terlihat ketika data 2 memakai seorang artis
untuk menjadi endorse produk dagang.
Tentu, respon terhadap produk yang dipromosikan lebih banyak daripada tanpa
endorse.

 

Penulis berharap dengan adanya
penelitian ini, bisa membantu para calon entrepreneur
menerapkan strategi untuk membangun sebuah bisnis dengan baik, tepat, dan
terorganisir. Dengan adanya perbandingan ini, diharapkan bisa menginspirasi
para calon entrepreneur untuk lebih
kreatif dalam mempromosikan produk dagangnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.      REFERENSI

 

 

 

 

Eddy
Soeryanto Soegoto, 2009, Enterpreneurship, Edisi Pertama, Jakarta : PT.
Elek Media          Komputindo.

 

 

Cantillon, Richard. 1755. Esai sur la Nature du
Commerce en General. London, UK: Mac

Millan.

 

 

Geoffrey, G. Meredith, et.
Al. (1996). Kewirausahaan Teori Dan Praktek. Jakarta :

PT. Pustaka Binaman Presindo.

 

 

 

https://cdn.brilio.net/news/2015/11/03/25626/91641-instagram-kuliner.jpg

               

 

 

https://cdn.brilio.net/news/2015/09/16/17740/52443-ratu-endorse.jpg

                     

 

 

http://www.serbabandung.com/wp-content/uploads/2015/10/martabak-san-francisco.jpg

                     

 

 

Industrial
Research Institute. 2010. Research
management. Michigan: Industrial Research  Institute.

 

 

 

 

 

x

Hi!
I'm Edward!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out