Aveneu Park, Starling, Australia

MAKNA “Menunggu” kami menemukan nilai-nilai yang bersifat religius pada

MAKNA
NILAI MORAL  PADA PUISI “HIKAYAT SAJAK”
DAN “MENUNGGU”

 

MAKALAH

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

diajukan
untuk memenuhi tugas bahasa Indonesia

 

disusun
oleh:

Asep Rohana (0117101098)

Ilham Kusuma (0117101096)

 

 

 

 

 

 

PROGRAM
STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS
EKONOMI

UNIVERSITAS
WIDYATAMA

BANDUNG

2017

 

KATA PENGANTAR

Puji
dan syukur kita panjatkan kehadirat allah SWT, yang talah melimpahkan nikmat
sehat dan karunianya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
tentang makna nilai moral pada puisi “hikayat sajak” dan menunggu”.

     Makalah ini kami susun dengan adanya
sumber-sumber yang dapat kami jadikan referensi atau acuan sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya untuk memenuhi tugas bahasa
Indonesia.

     Dari pada itu kami sadar betul bahwa
makalah ini masih ada beberapa kekurangan dari segi susunan kalimat maupun dari
tata bahasanya. Oleh sebab itu kami terbuka untuk menerima segala saran dan
kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini kedepannya

     Kami harap semoga makalah kami tentang
makna nilai moral pada puisi “hikayat sajak” dan “menunggu” dapat menambah
wawasan, manfaat dan menginspirasi bagi para pembacanya

Bandung, January 2018

 

 

Asep rohana dan ilham kusuma

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 
KATA PENGANTAR.. i
DAFTAR ISI. ii
BAB 1 PENDAHULUAN.. 1
1.1 Latar Belakang. 1
1.2      Rumusan
Masalah Penelitian. 1
1.3      Tujuan
Penelitian. 1
1.4      Manfaat
Penelitian. 1
BAB 2 KAJIAN PUSTAKA.. 3
2.1      Pengertian
nilai moral 3
a.     Pengertian
puisi 4
b.     Unsur-unsur
puisi 5
BAB 3 PEMBAHASAN.. 7
3.1      Nilai
moral apa saja yang muncul dalam puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”?. 7
3.2 Mengapa nilai
moral terkandung dalam puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”?. 8
BAB 4 PENUTUP. 9
DAFTAR PUSTAKA.. 10
LAMPIRAN.. 11
 

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

 

Pada puisi yang kami bahas terdapat makna nilai
moral terlihat dari tiap-tiap bait puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”. Seperti
yang kami ketahui, kata “moral” berasal dari bahasa latin “mos” yang mempunyai arti kebiasaan. Jadi moral merupakan
pengetahuan yang menyangkut pada diri manusia yang beradab mengenai perbuatan ,
sikap, kewajiban, budi pekerti, dan sebagainya.

                    Nilai moral adalah nilai yang berkaitan dengan perbuatan baik atau buruk
yang menjadi dasar kehidupan manusia dan masyarakat. Istilah ini merujuk kepada
manusia atau orang lain dalam tindakan yang memiliki nilai positif atau negatif.
Dalam puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu” kami menemukan nilai-nilai
yang bersifat religius pada paisi tersebut yang mengacu pada keagamaan

                 Kami memilih judul tersebut
agar kami dapat menjelaskan pengertian tentang nilai moral dalam puisi tersebut
agar para pembaca dapat mengetahui nilai moral yang terkandung dalam puisi
tersebut.

1.2  Rumusan Masalah
Penelitian

Berdasarkan
latar belakang di atas, rumusan masalah sebagai berikut :

1.   
Nilai moral apa saja yang muncul dalam
puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”?

2.   
Mengapa nilai moral terkandung dalam
puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”?

 

1.3  Tujuan Penelitian

Berdasarkan
rumusan masalah penelitian di atas, tujuan penelitian sebagai berikut :

1.   
Untuk menjelaskan nilai moral dalam
puisi tersebut

2.   
Untuk menjelaskan alasan nilai moral
yang terkandung dalam puisi

 

1.4   
Manfaat Penelitian

Berdasarkan
tujuan penelitian diatas, manfaat penelitian sebagai berikut :

1.     
Bagi penulis

      Penelitian ini diharapkan dapat menambah
pengetahuan penulis dalam menentukan nilai moral dalam sebuah karya sastra
seperti dalam puisi “Hikayat Sajak” dan “Menunggu”

2.     
Bagi pembaca

      Sebagai bahan informasi atau acuan untuk
membuat penelitian selanjutnya, dan diharapkan dapat menambah atau meningkatkan
pengetahuan dan wawasan pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2 KAJIAN PUSTAKA

 

2.1  
Pengertian nilai moral

Pengertian nilai, menurut Djahiri (1999),
adalah harga, makna, pesan dan isi, yang tersurat dan tersirat dalam fakta,
konsep dan teori. Artinya sesuatu dianggap memiliki nilai apabila sesuatu
tersebut secara instrinsik memang berharga. Konsep moral mencakup kesadaran
moral ,pengetahuan nilai moral, pandangan ke depan, penalaran moral,
pengambilan keputusan dan pengetauan diri. Perilaku kemampuan, kemauan  dan kebiasaan.

Bibliography

Djahiri (1999). (2012). pengertian nilai, moral,
dan norma. Retrieved from coretanseadanya:
http://coretanseadanya.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-nilai-moral-dan-norma-dalam.html
 

Macam-macam nilai

            Nilai
dapat dibagi tiga yaitu :

1.     
Nilai dasar, ialah nilai yang bersifat
umum, mencakup cita-cita, tujuan, tatanan dasar, dan ciri khasnya

2.     
Nilai instrumen, adalah penjabaran dari nilai
dasar yang merupakan kebijakan dan rencana menindaklanjuti nilai dasar

3.     
Nilai praktis, ialah hubungan nilai
instrumen dengan keadaan nyata, dalam sehari-hari, bagaimana kita
mengamalkannya setiap dari setiap nilai yang berlaku

            Sedangkan
dalam filsafat, nilai terbagi menjadi tiga yaitu :

1.     
Nilai logika adalah nilai benar atau
salah

2.     
Nilai estetika adalah nilai indah atau
tidak indah

3.     
Nilai etika/moral adalah nilai baik atau
buruk

Pengertian moral, menurut suseno (1998)
adalah ukuran baik-buruknya seseorang, baik sebagai pribadi dan warga negara.
Sedangkan pendidikan moral adalah pendidikan untuk menjadikan anak manusia
bermoral dan manusiawi. Dengan demikian, hakekat dan makna moralitas bisa
dilihat dari cara individu yang memiliki moral dan mematuhi menjalankan aturan.

Bibliography

Suseno (1998). (2012). pengertian nilai, moral,
dan norma. Retrieved from coretanseadanya:
http://coretanseadanya.blogspot.co.id/2012/09/pengertian-nilai-moral-dan-norma-dalam.html
 

Macam- macam moral

            Moral
terbagi menjadi dua yaitu:

1.     
Moral keagamaan merupakan moral yang
selalu berdasarkan pada ajaran agama islam.

2.     
Moral sekurel merupakan moral yang tidak
berdasarkan pada ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata.

2.2  Puisi

a.     
Pengertian puisi

            Puisi adalah sebuah karya sastra
berwujud tulisan yang didalamnya terkandung irama, rima, ritma dan lirik dalam
setiap baitnya. Umumnya unsur diatas puisi juga memiki makna dan dapat
mengungkapkan perasaan dari sang penyair yang dikemas dalam bahasa imajinatif dan
disusun menggunakan struktur bahasa yang padat penuh makna. Puisi merupakan
karya seni berupa tulisan yang menggunakan kualitas estetika (keindahan bahasa)
sehingga berfokus pada bunyi, irama, dan penggunaan diksi.
Berdasarkan jenisnya puisi dapat dibagi menjadi
dua jenis yakni puisi baru dan pusi lama. Masing masing jenis puisi tersebut
tentunya juga memiliki ciri-ciri dan struktur yang berbeda pula antara puisi
baru dan puisi lama. Pada artikel kali ini materi belajar akan memberikan
materi tentang pengertian puisi, ciri-ciri, struktur, jenis, unsur, dan contoh
puisi baik puisi baru maupun puisi lama.

b.     
Unsur-unsur
puisi

Pada
umumnya unsur-unsur puisi dapat di bagi menjadi dua jenis yaitu struktur fisik
dan struktur batin.

Struktur
fisik puisi

            Tipografi:
Tipografi merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan dan
tidak memiliki pengaturan baris pada puisi yang tidak selalu diawali huruf
besar (capital) dan diakhiri tanda titik.

Diksi:
Diksi adalah pemilihan kata yang digunakan oleh penuis puisi di dalam karya
puisinya, pemilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada dan
estetika keindahan Bahasa.

Imaji:
Imaji  merupakan unsur yang melibatkan
penggunaan indra manusia seperti suara pengelihatan dan sebagainya, penggunaan
imaji pertujuan agar pembaca maupun pendengar merasakanapa yang di rasakan oleh
penyair.

Kata
Konkret: kata konkret adalah kata yang memungkinkan  terjadinya imaji, kata yangbersifat
imajinatif sehingga memunculkan imaji.

Gaya
Bahasa: Gaya Bahasa merupakan penggunaan Bahasa yang bersifat seolah olah
seperti bermajas metafora, simile, paradoks, dan lain sebagainya.
Irama atau Rima: Irama atau rima adalah persamaan bunyi di awal,
tengah maupun akhir puisi.

Struktur Batin Puisi

            Tema; Tema merupakan unsur yang utama pada puisi karena
tema berkaitan dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi, tanpa tema yang
jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya, sedangkan
apabila tema nya jelas maka akan menghasilkan makna puisi yang jelas.

Nada: Nada berkaitan
dengan sikap penyair terhadap pembacanya, Umumnya nada yang digunakan akan
seperti nada sombong, nada tinggi, rendah dan lain sebagainya
Amanat: Amanat adalah pesan
yang terkandung dalam sebuah puisi, amanat dapat di temukan dengan memaknai
pusi tersebut secara langsung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3 PEMBAHASAN

     a. Puisi “Hikayat Sajak”

            Dalam puisi tersebut mengungkapkan seseorang yang sedang merindu
yang mencurahkan semua isi hatinya dalam sebuah karya sastra (puisi). Dalam
puisinya tersebut, dia menantikan seseorang yang telah pergi untuk kembali,
dalam doa-doa yang disenandungkannya. Dia merasakan betapa pahitnya saat
menanti. Masa lalunya yang membuat dia terus-menerus memikirkanya. Hari-harinya
terus berlalu dengan harapan akan menemuinya dengan cinta yang sederhana.

b.
puisi “Menunggu”

            Dalam puisi tersebut menceritakan
bahwa dalam hidup adalah menunggu yang di tunggu.

3.1     
Nilai moral apa saja yang muncul dalam puisi “Hikayat Sajak”
dan “Menunggu”?

 

a.      “Hikayat Sajak”

            Berdasarkan kajian pustaka yang
telah dibahas sebelumnya puisi “Hikayat Sajak” mengandung nilai moral yang
baik, dan mengandung moral keagamaan, sebagaimana dalam puisi pada /2/ bait
satu baris empat yaitu “doa-doa yang disenandungkan” memikiki makna yang sangat
berkaitan dengan agama. Dalam ajaran agama islam bahwa doa merupakan ibadah.

            Di puisi ini juga terkandung nilai
dasar sebagaimana dalam puisi pada /5/ setelah sepanjang waktu menuggu ada
sebuah harapan yang tersimpan pada bait tiga “aku akan menemuimu dengan cinta
yang sederhana”.

 

b.      “Menunggu”

Berdasarkan
kajian pustaka yang telah di bahas sebelumnya puisi “menunggu” terkandung moral
sekurel dan agama. pada bait satu baris satu “hidup adalah menunggu” terlihat
jelas mengungkapkan kehidupan duniawi, dan pada bait satu baris tujuh “menuggu
ajal” menjelaskan bahwa kita di ciptakan di dunia hanya sementara tidak ada
yang abadi kita hanya menunggu giliran saja kapan ajal menjemput kita.

 

3.2 Mengapa nilai moral terkandung dalam puisi “Hikayat
Sajak” dan “Menunggu”?

 

            berdasarkan
nilai moral yang terkandung dalam puisi “Hikayat Sajak” dan “menunggu”
menjelaskan bahwa nilai moral dapat di tuangkan kedalam sebuah karya sastra,
nilai moral merupakan cerminan mana yang baik dan mana yang buruk, jadi nilai
moral sanagat penting dalam sebuah karya sastra (puisi) untuk memberi makna
tersendiri didalam puisi tersebut dan pembaca akan lebih dapat memahami makna
dari setiap baitnya

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4 PENUTUP

4.1
Kesimpulan

Nilai adalah sesuatu yang berharga,
bermutu, menunjukan kualitas, dan berguna bagi manusia. Manusia, nilai, moral dan hukum adalah sesuatu yang saling
berkaitan dan saling menunjang, sebagai manusia kita perlu mempelajari,
menghayati, dan melaksanakan dengan ikhlas mengenai nilai, moral, dan hukum,
agar terjadi keselarasan dan harmoni kehidupan.

 

 

4.2
Saran

menurut kami, nilai moral berperan
penting bagi membangun karakter manusia banyak sesuatu yang saling berkaitan
dengan kehidupan sehari hari. Kita dapat mengambil contoh nilai moral dari
puisi “hikayat sajak”di dalam nya ada nilai keagamaan.

Demikian yang dapat kami paparkan
mengenai makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena
terbatasnya pengetahuan dan referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah
ini.semoga makalah ini berguna bagi pembaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

rohana, a., & kusuma, i. (2018). makna
nilai moral pada puisi “hikayat sajak” dan “menunggu”.
bandung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN

 

Hikayat Sajak

 

/1/

Sajak ini kutulis
untukmu

di sepanjang larik-lariknya

terselip namamu

aku mulai menuliskan
juga

kenanganmu pada
bait-baitnya

 

rima dan birama
mengalun

sejauh perkenalan kita

diksi dan tipografinya

menggambarkan suasana
hati kita

 

ah, terkadang

sulit juga
menafsirkanmu

 

/2/

syahdu malam
mengalirkan sepi

yang bersemayam:
sendiri

menanti engkau kembali

doa-doa yang
disenandungkan

turut memperpilu

udara terasa payau saat
menunggu

 

syahdu malam menggenang
rindu

yang berputar:sendiri

menunggu engkau kembali

syair-syair dibacakan, menguarkan
nestapa

angina terasa pahit
saat menanti

 

/3/

ada labirin pada hatimu

teramat sulit mencari
jalan

pepohonan teramat
tinggi

ah, kadang kau sering
menoleh

melihat masalalu yang
kelam

atau bahkan hanya
sekadar mengingatnya!

 

kadang sinar rembulan
tidaklah membantu

hanya senyuman anteh
yang melihatku

terus-menerus

bersama dingin

menusuk-nusuk sejuta
kenangan

 

/4/

lagi, aku memburumu

melewati ribuan waktu

yang mendesak-desak
dalam dada

 

lagi, aku mengejarmu

menghantari jutaan tempat

yang mendorong-dorong
dalam hati

 

sebuah kata

lagi!

 

/5/

hari berlalu pada
lembaran kalender

anak-anak sudah
ditinggalkan

matahari melewati
kepala

senja menanti dengan
sabar

tak ada yang dibawa:

bekal belumlah cukup

 

aku menatap masa lalu
dengan kerugian

betapa banyak utangku
kepadamu

engkau begitu mempesona

aku akan menemuimu

dengan cinta yang
sederhana

 

 

 

menunggu

 

hidup adalah menunggu

menunggu yang dituggu:

menunggu susah

menunggu tua

menunggu sakit

menunggu jemputan

menunggu ajal

menunggu engkau

 

hidup adalah menunggu

seperti juga engkau

tidak bosan menungguku
setiap malam

 

 

    

    

TENTANG
PENULIS

 

     asep rohana lahir di
Bandung, jawabarat 25 agustus 1999. Pendidikan dasar dan menengah didapat di
kampong halamannya. Lulus dari MAN 2 Bandung(2017), sedang menempuh program
studi akuntansi S1 di universitas widyatama

kegiatan sehari-harinya menjadi pelajar
di sebuah universitas

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilham Kusuma,lahir
di kota Bandung pada tanggal 29 Mei 1999. pendidikan Sekolah menengah atas di
tempuh di SMAN 16 Bandung dan lulus pada taun 2017. dan sekarang sedang
melanjut kan pendidikan di Universitas Widyatama dengan jurusan Akutansi S1

x

Hi!
I'm Edward!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out